Thursday, October 31, 2013

Laki - Laki Itu

Jadi ceritanya perempuan ini ingin melupakan semuanya. Ia ingin pergi dari bayang-bayang masa lalunya. Ia ingin pergi dari laki-laki yang pernah ada di hatinya selama 1 tahun ini. Ia ingin pergi melepasnya. Jauh....

Perempuan itu pergi entah kemana, ke tempat yang belum pernah Ia datangi sebelumnya. Bertemu orang-orang yang tidak pernah Ia temui sebelumnya. Berharap tidak ada yang Ia kenal di tempat itu. Dan kembali kerumah setelah Ia merasa lega. Semoga. 

Di suatu kendaraan, Ia melihat laki-laki dengan tatapan kosong ke arah jendela bus. Entah apa yang laki-laki itu lihat. Dia terlihat tersiksa sama seperti perempuan ini. Laki-laki itu memalingkan wajahnya dari jendela dan matanya bertemu dengan perempuan ini. Apa yang terjadi? Tersenyum kah? Mendekati perempuan ini? Tidak. Matanya dialihkan kembali ke jendela yang basah karena hujan. Laki-laki itu seperti meratapi nasib yang kian hari semakin buruk. Terlihat di matanya. 

Apa laki-laki itu juga ingin pergi ke tempat yang tidak tahu namanya? Antah berantah maksudnya, sama seperti perempuan ini. Entah, Ia enggan menanyakannya. 


****

Seminggu kemudian, Ia kembali melakukan cara yang sama ketika sedang lelah, ketika Ia ingin melupakan urusan yang seharusnya Ia urusi. Masa bodo, katanya. 

Perempuan ini kembali melewati jalan yang sama seperti seminggu sebelumnya. Dan di waktu yang sama pula, Ia kembali melihat laki-laki itu. Kali ini berbeda. Jantungnya berdebar kencang, suasana bus tidak begitu ramai, dan matahari mendominasi dibandingkan minggu lalu. Rasanya Ia ingin tahu kemana laki-laki itu pergi. 

Perempuan ini salah tingkah. Perempuan ini ingin menghampiri laki-laki itu. Sekedar tahu tentangnya. Apa yang salah? 

Laki-laki itu tetap memerhatikan jendela bus yang ditembus oleh sinar matahari, dan......... berpaling kembali. Menatap perempuan itu. Tidak sanggup rasanya perempuan ini membalas tatapannya. Lagipula, apakah benar laki-laki itu menatapnya atau malah menatap seorang wanita cantik yang ada disebelah perempuan ini?

Ah, lupakan. Kalau begini ceritanya, tidak akan pernah selesai. Masalahnya perempuan ini dan laki-laki itu hanya saling beratatapan tanpa mengembangkan senyum sama sekali. Lalu, apa masalahnya? Laki-laki itu masalahnya! Perempuan ini kembali jatuh cinta.......





No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H