kamu, kamu, kamu
lagi-lagi wajahmu yang ada di pikiranku. entah apa yang terjadi pada diriku, lagi-lagi aku memikirkanmu. apa yang istimewa darimu? hingga membuatku sulit berpaling dari mu.
kamu
iya, kamu....
lagi-lagi aku bertemu denganmu. apakah ini kehendak tuhan? atau hanya godaan setan? yang kutahu, diam-diam hatiku berteriak histeris saat mata kita bertemu.
kamu
entah berapa usiamu, entah apa keburukkanmu, entah siapa orang tuamu, entah bagaimana aku menyukaimu.
jakarta
annissa fadillah
No comments:
Post a Comment