Monday, January 27, 2014

Aku



Di sebuah kamar di rumah sakit, terbaring lemah seorang nenek tua mengerang kesakitan. Sepasang matanya membelalak menyeramkan hingga menakuti orang-orang disekelilingnya. Aku, yang diutus Tuhan untuk membebastugaskan dirinya dari dunia. Aku sih berani-berani saja langsung mengambil ruh yang ada dalam dirinya. Namun aku membiarkan anak-anak serta cucu-cucunya menangisi dirinya terlebih dahulu sambil mengantar dirinya dalam jalan yang seharusnya.
*****
Seminggu sebelumnya, si nenek ini sudah kupantau. Kulihat lekat-lekat dirinya yang sudah dibebani penyakit-penyakit yang perlahan menggerogoti tubuh nenek 89 tahun ini. Wah! Maha baik Tuhan yang telah memberinya umur sepanjang itu. Eits, bukan cuma-cuma Tuhan memberikan umur sebegitu panjangnya, Ia juga ingin si nenek ini sekali lagi menyembah diri-Nya. Hei, asal kalian tahu saja ya. Bukan berarti Tuhan memberi umur panjang, berarti Ia sayang pada kalian. Bisa saja Ia memberi umur panjang karena ingin kalian bertaubat, berhenti mengagungkan dunia, berhenti menjalankan nafsu duniawi. Lihatlah! Maha baik Tuhan.
Si nenek sudah tidak ingat lagi siapa dirinya, siapa yang mengelilinginya, dan siapa Tuhannya. Matanya mulai kosong, bicaranya sudah kacau, tubuhnya panas dingin. Dibawalah si nenek ke rumah sakit oleh handai taulannya.
*****
Si nenek ditempatkan di kamar kelas satu. Pelayanan terbaik sudah diberikan, namun si nenek tetap sama. Parah. Berkali-kali Ia memanggil nama Tuhannya. Hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Si nenek sangat jarang bahkan hampir tidak pernah mengagungkan nama Tuhannya selama ia sehat. Jadi, apakah mungkin Tuhan ingin namanya disebut dan diagungkan oleh si nenek? Siapa yang tahu? Ini urusan si nenek dengan Tuhannya.
Mulutnya meracau tidak jelas sambil menyebut Tuhannya. Aku merasa inilah saatnya si nenek menemui Tuhan yang Maha Agung. Aku tidak lagi memperdulikan tangis anak cucunya. Biarlah mereka menangis dan mendoakan si nenek. Tugas ya tugas.
Aku menarik ruh perlahan-lahan dari ubun-ubunnya. Si nenek tetap tidak tenang, mulutnya masih berkata-kata sembari memanggil Tuhannya. Ah, sebegini sulitnya mengambil ruh si nenek. Ruh masih ingin menetap didunia. Untuk apa?! Menunggu kiamat? Berbahagialah Tuhan sudah memanggilmu. Itu berarti tujuan hidupmu semakin dekat wahai anak Adam. Aku tarik lagi ruhnya, kini sudah sampai perut si nenek. Mulai perut hingga kaki mulai pucat dingin. Aku tarik sekali lagi dan lepaslah ruh dari raga si nenek. Mereka menangis dan terus mendoa.
*****

- A.F

Jake Bugg - A Song About Love

Saturday, January 25, 2014

bukan curhat

percakapan kita tidak lagi tentang angan-angan. kini kita lebih berbicara tentang kenyataan yang ada. setiap kita akan bertemu, aku akan mendesain kata-kata untuk menceritakan suka dan duka yang ada di hadapanku. kau pun juga seperti itu, mendesain kata-kata yang akan kau ceritakan padaku tentang fakta-fakta kehidupan yang telah kau alami.

*****
sulit rasanya menerima kenyataan. ketika kita sudah memiliki angan-angan yang begitu indah, tiba-tiba saja angan-angan itu malah menjatuhkan kita. sial! aku masih tidak percaya yang aku alami. aku telah berusaha hingga titik darah penghabisan, dan inilah balasannya? kenyataan memang pahit. angan-angan terasa manis. aku terlena pada setiap mimpi.

*****
aku terlena dengan mimpi-mimpiku. aku merasa bagai ratu di dalam dunia khayalku. sedangkan di dunia nyata, aku bagai budak yang fakir. 
aku terlena denan mimpi-mimpiku. sangking terlenanya, aku tidak ingin kembali ke dunia nyata. mereka hanya mengolok-olok manusia sepertiku, sedangkan di dalam 'kerajaan'ku aku bisa seenaknya mengatur kehidupanku sendiri tanpa campur tangan monyet-monyet itu.

*****

Monday, December 30, 2013

apa - lo - mau - tau ?

apa lo mau tau apa yang terjadi pada hari minggu 29 desember kemarin? hahaha... harus tau!! gue mau CFD ceritanya sama anak2 taicom, tapi yang bisa cuma gue, indah, della, dan mumuk. sedih sih, soalnya gak rame. tapi gue ada rasa syukur sedikit. bayangkan, nunggu mumuk sama indah bangun aja udah jamuran, gimana nunggu yang laen kalo pada ikut?!! jam 10 kali baru pada berangkat. yaudahlahyaa... gapapa kok :) untung cuma ber4.

nah! sebelum berangkat, gue sarapan seperti biasanya. dan biar kayak orang2 borju, gue sarapan sereal walaupun serealnya yang rencengan, bodoamat deh ya. yaudah gue bikin susu dan gue masukin semua serealnya ke gelas. gelas ya gelas, bukan mangkok! dari sini aja udah pada tau kan kalo ada yang aneh -__- gak ada sih sebenernya. gue makan dengan lahap kayak bison makan burung gagak. hampir abis, gue liat bungkusannya. dan tadaaa......




ternyata udah kadaluwarsa.............
gue gak bisa berkata-kata. ini keduakalinya gue makan makanan kadaluwarsa. gue kira cukup dengan insiden gue meminum minuman berkarbonasi yang kadaluwarsa 2 hari, ternyata terulang lagi. parahnya ini udah lewat 120 jam a.k.a 5 hari. gue langsung  buang itu makanan biadab makan aja lagi soalnya tanggung. itu dia begonya gue. otak gue suka gak sinkron sama keadaan. apalagi dalam situasi di pagi hari dimana cuma gue yang baru bangun. dan sepanjang CFD gue berdoa semoga gak ada apa2 sama perut gue. 

dan sementara gue mengumpulkan kesadaran yang penuh untuk menyadari bahwa bahaya mengancam perut gue, gue teringat sama ulat-ulat lucu yang ada di depan rumah gue di samping rumah pak RT. 






jadi itu ceritanya pot dari kelurahan gitu deh, daon-daonnya pada botak dimakan itu ulet-ulet lucuuuu :3 geli sih, tapi enak diliatnya. lu liat kan? itu yang ijo-ijo sama yang coklat-coklat itu ulet semuaaaa... waaaw...

emang sih kalo lo baca postingan gue sebelumnya tentang ulet daon lo tau kalo ulet daon itu terlihat lucu dan menggemaskan buat gue KALO CUMA SATU, tapi kalo banyak gitu gue GELI ABIS!!! tapi jujur gue jadi suka ngeliatin ulet-ulet itu sampe saat ini. lebih ngegemesin daripada gue liat orang-orang di tipi! 

iiiihhhh......
cepet jadi kupu-kupu yaa.. jangan balik lagi. jangan bikin gue geli-geli disko. jangan pernah menyakiti hati annissa. jangan pernah dan berjanjilah untuk tidak akan pernah. yaampun -__-

udah ah, semoga perut gue aman-aman aja dan semoga aja ulet-ulet itu kembali ke habitat yang seharusnya.

salam keren, Annissa Fadillah

Thursday, December 26, 2013

- 1 -

jadi ceritanya mau tahun baru dan gue seneng ada beberapa hal-hal yang udah gue capai. cihuy banget sih gue!

oke, tahun baru berarti gue makin tua, begitu juga bokap-nyokap gue. gue harap gue makin inget umur dan gue harap gue bisa lebih mandiri lagi dibanding sekarang. ha? hellooo.... jadi mandiri itu perlu kan?

1. lo gak perlu bergantung sama orang lain, apalagi buat urusan yang kecil-kecil.
2. seandainya orang tua udah gak ada, emang ada yang mau peduli lagi sama kita? oh plis deh ah, jangan ngarep deh ya.

dan yang nomer 2 udah mulai kepikiran sama gue. yaa sadar sih gue orang tua gue udah gak kayak dulu lagi deh yaaa... maksud gue udah gak se-enerjik dulu. dan ini gue alamin efeknya. jadi karena bokap gue abis diopname beberapa minggu lalu, gue jadi takut. hellloooooo... gue masih perlu bokap gueee. efeknya adalah, walaupun doi sekarang udah baik-baik aja, namun pasti setiap gue disuruh bangunin dia gue liatin dulu doi masih napas apa enggak!!  jahat gak sih? seakan-akan kayak anak durhakim banget ya gak sih?! tapi ini beneran!

oke.oke..bokap-nyokap, gue masih butuh lo. gue masih perlu bimbingan untuk kedepannya. walaupun kuping gue suka gak bersahabat sama apa yang mereka bilang, walaupun gue masih suka males-malesan buat dimintain tolong, tapi gue masih perlu mereka.

jadi, bilang ya ke orang tua kita kalo walaupun kita bandel se bandel bandelnya, suka boong, ngeyel, yaa apapun itu sebenernya kita sayang sama mereka.

salam keren,
annissa fadillah




* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H