Sunday, August 18, 2013

. . . . . !!

Saya melewati lorong demi lorong dan melihat beberapa manusia sekarat yang dipapah menuju ruang ajal mereka. Jika mereka selamat, pastilah Tuhan masih memberi kesempatan untuk mereka. Tapi kalau tidak, itu artinya habis sudahlah waktu mereka. Lorong demi lorong saya lewati. Seorang wanita tua beruban yang sudah lemas lagi tidak berdaya hanya tertidur diatas tandu beroda berpapasan dengan saya di lorong remang-remang. Cih, rumah sakit selalu dibuat menyeramkan! Oh iya, kulihat matanya tidak lagi bahagia. Sepertinya wanita tua itu sudah pasrah bila Tuhan mencabut sisa waktunya.

Langkah kaki makin saya percepat. Saya makin tidak fokus dengan apa yang saya lihat. Terus terbayang dalam benak saya kalau-kalau Izrail datang menjemput laki-laki yang kupanggil ayah. Saya belum bisa dan saya belum sanggup melepas ayah. Ya, Tuhan. Berbaikhatilah Engkau pada keluarga kami. Kami belum siap untuk kehilangan nahkoda keluarga kami. 

Lift reyot membuka pintunya dan membawaku naik ketempat ayah. Ruang kelas III saya lewati. Dari pintu-pintu yang terbuka, saya mendengar suara erangan seorang wanita. Ya, Tuhan. Kau kirimkan Izrail kemari. Saya harap Engkau tidak mengundang Sang Izrail kepada ayah. 

Saya datang ayah. Saya datang....... 



- A.F

No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H