Monday, May 19, 2014

Mabuk

Aku berjalan tanpa arah. Entah apa yang kucari, namun aku terus berjalan. Hingga sampai suatu waktu ketika Tuhan mempertemukan aku dengan kau.

Aku tenggelam dalam lautan kasihmu. Aku terlena hingga aku tak sadar apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang aku tahu, kau dan aku saling menyukai.

Aku mungkin terlalu menyukaimu. Kau pun merasa begitu. Sampai orang-orang diluar sana berkata mungkin kita sedang terlena dengan cinta. Mungkin karena kita saling mencintai, terlalu mengasihi, aku menjadi mabuk. Aku kehilangan kesadaranku. Aku tak sadar sedang apa kita, aku tak sadar sedang dimana kita, sama sekali tidak. Yang aku tahu, kini kau telah tertidur di pangkuanku. Aku membelai wajahmu. Dingin… wajahmu pucat.

Lama aku berusaha untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Wajahmu semakin memucat ketika aku mulai menyadari telah banyak darah disekeliling kau dan aku. Ah… aku ingat! Aku telah menembak mati ragamu. Aku tahu kini mengapa tubuhmu menjadi dingin, dan semakin dingin. Aku telah melepaskan timah panas menuju jantungmu.

Tanganku gemetar…..

Jakarta,

A.F

No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H