Friday, July 4, 2014

(Masih) Anjing dan Domba

Singkat cerita, anjing menyukai segala yang ada pada domba. Anjing tahu segalanya tentang domba. Namun tidak sebaliknya. . . . .

Malam demi malam anjing habiskan hanya untuk mengisi pikirannya tentang si domba pujaannya. Anjing tidak bisa tidur. Ia terus menerus membayangkan ia dan domba berjalan bersama sambil berbicara tentang cinta. Ya, cinta. Cinta yang diharapkan anjing dapat tumbuh diantara dua makhluk yang berbeda. Sementara malam semakin malam, anjing belum juga terlelap.

*****

Aku hanyalah seekor domba biasa. Hanya saja sudah banyak domba betina yang aku kencani. Hahahaha . . . Kalian belum pernah kan melihat domba biasa yang mengencani banyak domba betina? Itu aku.

Tapi kalau kalian tahu, belakangan ini aku terus terbayang seekor anjing yang sering lewat di seberang jalan sana. Entah mengapa . . . Dia hanya seekor anjing. Dan gara-gara anjing itulah, belakangan ini aku jadi jarang berkencan dengan domba betina cantik yang lama aku suka. Bagaimana bisa domba pujaanku kalah dengan seekor anjing?

Tapi percayalah padaku! Entah apa yang aku rasakan. Aku hanya terdiam kaku bila aku mellihat anjing itu lewat di seberang jalan sana. Aku rasa aku tahu anjing itu. Kalau tidak salah, dia adalah anjing yang pernah menggembalai aku. Ah, aku ingat dia! Tapi ada yang berubah dengannya. Di mataku, ia terlihat berbeda. Jauh lebih mengagumkan daripada domba betina pujaanku itu. Seandainya saja aku beranikan diri untuk menyapanya, akankah aku dan dia akan berjalan berdua?




No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H