aku hanya dirumah, ditemani sebungkus gorengan gocengan. ada 2 cireng, 2 pisang goreng, 1 tahu goreng. nikmat. segelas air putih makin melengkapi. kenapa air putih? jujur demi plang obat kuat di pesing poglar aku sudah membeli sarsaparila, tapi ya amplop! susah dibuka!! jadi aku meyerah dan dengan ikhlas kuambil air putih. omong-omong tadi aku bilang aku beli cireng? iya cireng. ada 2, tapi ada 1 cireng yang menarik perhatianku sampai sampai aku tidak tega memakannya. apa yang berbeda dengan cireng ini? aku abaikan sejenak barang 2-5 menit sambil menyetel lagu iggy pop - the passenger.
"i am the passenger and i ride and i ride..."
baru satu bait itu tiba-tiba terdengar suara dari Cireng Yang Menarik Perhatian Tadi atau disini kusebut CYMPT. dia bilang :
CYMPT : "tak ada bintang mati. butiran pasir terbang ke langit... tak ada fajar, hanya remang malam semua tlah hilang terserah matahari... harum mawar membunuh bulan, rahasia tetap diam tak terucap untuk itu semua aku mencarimu..."
AKU : "waw! fantastik! terbuat dari apa kamu wahai cireng? kenapa kamu bisa bersuara? atau ini hanya halusinasi yang diakibatkan magic mushroom?"
CYMPT : "tidak, kau tidak berhalusinasi. aku memang nyata, aku ada. kau baik sekali, kau tidak memakanku"
AKU : "aku tidak memakanmu karena kau menarik perhatianku. ada apa denganmu? warnamu terlihat pucat"
CYMPT : "aku masih setengah matang. abang tadi terlalu cepat mengangkat tubuhku, maka aku pucat. karena itu pula aku dipisahkan dari tempe goreng, padahal aku sudah cukup dekat dengan tempe. lalu kau datang, kau membeli aku. makin jauhlah aku dengan tempe goreng"
AKU : "oh, maafkan aku. apa yang harus aku lakukan agar kau tidak sedih?"
CYMPT : "dengan kau tidak memakanku saja aku sudah cukup senang"
AKU : "ah, aku tidak melihat raut kesenangan di wajahmu. jangan bohong! katakan, apa yang bisa aku lakukan agar kau tidak sedih lagi?"
CYMPT : "biarlah manusia. sungguh aku baik baik saja. demi minyak nabati dan hewani aku baik. aku tidak terluka. hanya saja...... aku meridukan tempe goreng"
tanpa basa basi aku langsung membawa CYMPT keluar rumah dengan maksud membawanya ke abang gorengan tadi. namun apa daya, ketika aku sampai disana, tempe goreng telah habis terjual. abang gorengan pun sudah bersiap untuk pulang. mau malam mingguan katanya. ah, aku telah mengecewakan CYMPT. otakku tidak dapat berpikir jernih. aku duduk sebentar di warung kopi, memesan secangkir kopi. dan tanpa sadar, aku telah memakan si cireng, CYMPT, cireng yang sedari tadi menjadi teman ngobrolku. aku sadar, ketika aku pulang nanti aku akan dilaknat.
-jakarta, 7 november 2015
annissa fadillah

No comments:
Post a Comment