Thursday, March 13, 2014

o k e l a h

okelah gue hampir 19 taun walaupun masih lama banget hahaha gak usah dibahas. oke gue masih annissa fadillah yang suka baca komik miiko, penakut, pemalu, males-malesan, kesetanan iuh :p . tapi ternyata gue udah mulai berubahh asal lo tau. ya asal lo tau, kalo gakmau tau juga lo bisa langsung lewatin aja post gue abis lo baca sampe abis pastinya -__-

kenapa gue bilang gue berubah? plis deh, gue udah tau yang namanya rokok, air yang memabukkan dan kawan-kawannya itu bukan hal yang bikin gue kaget lagi. kalo dulu gue bilang, "ih, kok gitu sih? emang boleh?" sekarang gue gak gitu lagi. tapi ini bukan berarti gue tertarik untuk nyoba yang begituan. ingetin aja gue biar gue gak kebablasan.halah!

terus gue juga mulai suka yang namanya jalan-jalan antah berantah. diane drbus pernah bilang, "my favorite thing is to go where i've never been.". siapa diane arbus? gue gaktau dan gue gak terlalu peduli tentang ini. gue cuma suka kata-katanya karena itu yang gue suka dan gue alami sekarang. dan gue menikmati setiap jalan yang gue lakukan sendirian! iya sendirian. kalo dulu gue kemana-mana ngintilin orang, sekarang gue siap untuk sendirian.

di satu sisi menurut gue jalan sendirian itu enak. lo gak perlu minta pendapat orang lain tentang kemana kita harus pergi, naik apa, dan apa yang mau lakuin disana. tapi di sisi lain gue juga harus siap ketemu banyak oran-orang asing sendirian, gak ada temen ngobrol, dan siap-siap planga plongo sepanjang perjalanan. tapi emang sih, menurut gue kadang lo perlu untuk pergi sendirian. biarin lo bebas pilih tempat mana yang lo mau. ya gak sih? okelah.

ini juga penting. gue udah mulai bosen jalan-jalan ke mall. lu tau mall kan? iya, pusat perbelanjaan. iya gue akuin mall itu emang enak banget. udah adem, lengkap. apa aja yang lu mau ada. cuma, kadang bosen aja gitu. kadang gue pikir semua orang yang kesana itu sama aja, gitu-gitu doang. paling yang bisa gue kerjain disana cuma makan, ke toko buku, liat-liat (yang "bagus-bagus") hahahaha..... yaa itu kalo gue.. lagian gue sekarang lebih suka main ke rumah orang terus ngobrol-ngobrol gitu. lebih akrab aja rasanya, lebih bebas lo mau cerita apapun tanpa ada orang yang nguping obrolan lo. beda situasinya kalo bokap-nyokap temen lo rela-relain nguping. gue angkat tangan...

gue juga mulai suka baca novel. sekitar 3 hari yang lalu gue berhasil bikin kartu anggota perpustakaan daerah. iya, daripada gue beli novel yang harganya gak kayak komik, mendingan gue pinjem. mungkin gue sebentar lagi bakal nongkrong di perpustakaan biar keliatan pinter terus rajin. pencitraan -__-

tapi gue juga masih suka baca komik miiko seperti dulu, masih suka liat yang "bagus-bagus", masih suka foster the people, jake bugg, san cisco, the 1975, arctic monkeys, dkk, masih suka buka twitter, facebook, polyvore, tumblr sampe mata merah. dan yang baru gue sadar gue masih suka dengan bla..bla..bla..bla... bete aja gitu.

okelah, gue udah curhat panjang banget. gerah kan lo? sama gue juga. belakangan jakarta cuacanya gak tentu soalnya. okelah. dah!




SORE-Pergi Tanpa Pesan (Uncut Version)

)

Tuesday, March 11, 2014

KALUT



Kukira aku sudah menghapusnya dari ingatan lamaku. Namun ternyata tidak, ingatan itu kembali merekah bagai bunga yang akan bemekaran. Ah… kenapa dia muncul disaat aku tidak mengharapkannya lagi? Tuhan memang suka mengajakku bercanda.

Aku bertemu dengannya di persimpangan jalan ini kemarin malam. Ya, kemarin malam dan hingga sore ini aku masih terbayang wajahnya. Ada apa denganku? Aku sudah berhasil melepasnya dari pikiranku dan tiba-tiba takdir ini mempertemukan kita lagi. Pikiranku kembali mengelana menuju masa lalu. Masa dimana ia masih memanggil namaku dengan indah.

“There are a lot of people who call you by your name. But there’s only one person who can make it sound so damn special.”

Ya, kata-kata yang secara tidak sengaja aku temui di situs pencari beberapa tahun lalu kembali teringat juga. Kira-kira seperti itulah perasaanku bila ia memanggil namaku.

Sebenarnya aku tidak tahu harus seperti apa bila kembali bertemu denganmu. Apa aku harus menyapamu? Menunjukkan wajah bahagia? Apa aku harus sedih? Atau haruskah aku kembali merasakan pedih yang sama seperti setahun lalu? Aku tidak tahu. Aku hanya melihatmu dan aku tidak berani menyapamu. Takut-takut kau sudah tak lagi sendiri.

Tapi apakah ini takdir? Apakah ini takdir bahwa sebenarnya kami ditakdirkan bersama, atau hanya takdir bahwa memang aku harus kembali merasakan sakit seperti dulu? Ahh.. Tuhan. Aku tidak mengerti apa maumu. Jikalau memang dia bukan untukku, sudahlah. Jangan Kau pertemukan aku lagi dengannya.

“Malam jadi saksinya, kita berdua diantara kata yang tak terucap “

Ya, malam itu. Dipersimpangan jalan ini, kami berdua saling bertemu dan saling tidak menyapa. Walau aku tahu kau ingin mengucapkan sesuatu padaku. Aku dan dia bertemu dipersimpangan jalan ini dan kami tidak saling berkata-kata. Ia membiarkan sepatah katapun keluar dari mulutnya. Begitu juga aku.

Dan sampai saat ini, aku tidak bisa mengalihkan wajahnya dari kepalaku. Aku tidak bisa melupakan bagaimana cara dia berjalan, cara dia memanggil namaku, cara dia tersenyum padaku. Tanganku masih gemetar apabila mengingat wajahnya kemarin malam. Bibirku beku apabila mengucapkan namanya. Dan itu terjadi hingga saat ini, di tempat aku berdiri, di persimpangan jalan ini.

Jakarta,
-A.F

Monday, March 10, 2014

The 1975 - "The City" - Facedown EP - Part 2

Pukul 2 Dini Hari

Aku tak sempat merasakan malam. Peluh mengalahkan segalanya. Aku lebih memilih mengistirahatkan tubuhku ketimbang aku bercengkrama dengan seisi rumah. Ya, aku tidak sempat merasakan malam.

Aku terbangun pukul 2 dini hari. Aku lapar.......

Jakarta, 02.11 dini hari
-A.F

Thursday, March 6, 2014

The 1975 - Robbers

Ada Apa Srikandi?



Srikandi sering menutup telinganya belakangan ini. Seakan ia tak mau mendengar apapun. Srikandi memang tidak begitu suka dengan keadaan sekarang ini. Begitu buruk, kelam, dan gelap. Namun sesering ia tutup telinganya, masih saja terdengar suara samar-samar. Suara yang tidak ingin ia dengar.

Kini Srikandi juga lebih sering berdiam diri di kamar tidurnya. Berharap suara-suara itu tidak menghampirinya. Namun apa daya, makin lari Srikandi, makin mendekat pula suara-suara sialan itu. Brengsek! Malah, Srikandi hampir gila dibuatnya. Seisi rumah menjadi bingung karena Srikandi lebih sering menyendiri dan lebih sering berteriak. Seisi rumah mengira Srikandi sudah gila. Padahal Srikandi mengaku ia tidak gila.

Asal kalian tahu, ya. Dulu, dulu sekali Srikandi anak yang ceria, senang bergaul, tentu temannya banyak. Namun seiring berjalannya waktu, Srikandi lebih sering menyendiri. Kadang pula Srikandi bertingkah sangat menyebalkan. Itulah sebabnya, ia merasa sendiri walaupun banyak teman yang mengelilinginya. Srikandi juga sering berpikiran negatif tentang dirinya. Ya, Srikandi makin menyebalkan dari waktu ke waktu.

Srikandi, oh Srikandi. Ada apa denganmu? Keceriaanmu makin pudar dari hari ke hari. Kau lebih senang menyendiri, menertawakan nasib diri sendiri, dan melakukan hal-hal yang dianggap gila oleh sebagian orang. Apa kau sedang mencari jati dirimu, wahai Srikandi? Jangan tutup telingamu lagi, Srikandi. 


Jakarta,
-A.F

Monday, March 3, 2014

Malam

Dan ketika malam memeluk semakin erat, Ia takkan pernah tidur. Ia justru makin terjaga. Ditemani malam yang sunyi dan sepi. 

-A.F

Sunday, March 2, 2014

Tidurlah

Matamu kian sendu. Hai gadis, tidurlah. Tidurlah dalam pangkuanku. Niscaya kau akan tertidur lelap seperti saat kau bayi. 

Hari kian malam. Hai gadis, tidurlah. Kau sudah terlalu lelah dengan keadaan ini. Tidurlah dan lupakan sejenak masalah yang ada. 

******

FDLLHs ft Polyvore : Self Respect



Self respect. 

Kita sebagai manusia, khususnya perempuan, harus bisa yang namanya menghargai diri sendiri. Kita harus bisa menyayangi diri sendiri dengan cara memberi waktu untuk kita pribadi kayak tidur yang cukup, makan makanan sehat, melakukan apapun yang kita suka selama masih hal yang positif. Kita juga boleh ngelakuin hobi kita yang selama ini sempet tertunda gara-gara kesibukkan kita. Ya, yang jelas hargai tubuh kita, diri kita, sayangi diri kita, kasih diri kita sama hal-hal yang positif.

-A.F

Saturday, March 1, 2014

TETTY KADI - DIMANA DIA

Annissa Fadillah

nama gue annissa fadillah. iya, ANNISSA FADILLAH..

gue seneng kok searching nama gue di google dan emang iya banyak banget yang namanya annissa fadillah. banyak banget kayak bulu ketek. dan gue sadar nama gue pasaran abis.

karena nama gue pasaran banget dan gue sadar akan hal itu, gue mau jadi beda. entah pake cara apa. walaupun naman gue banyak dipake sama ribuan bahkan jutaan jiwa mungkin, tetep ada bedanya yakan?

aduh gabut banget sih gue -___-



* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H