Thursday, March 6, 2014

Ada Apa Srikandi?



Srikandi sering menutup telinganya belakangan ini. Seakan ia tak mau mendengar apapun. Srikandi memang tidak begitu suka dengan keadaan sekarang ini. Begitu buruk, kelam, dan gelap. Namun sesering ia tutup telinganya, masih saja terdengar suara samar-samar. Suara yang tidak ingin ia dengar.

Kini Srikandi juga lebih sering berdiam diri di kamar tidurnya. Berharap suara-suara itu tidak menghampirinya. Namun apa daya, makin lari Srikandi, makin mendekat pula suara-suara sialan itu. Brengsek! Malah, Srikandi hampir gila dibuatnya. Seisi rumah menjadi bingung karena Srikandi lebih sering menyendiri dan lebih sering berteriak. Seisi rumah mengira Srikandi sudah gila. Padahal Srikandi mengaku ia tidak gila.

Asal kalian tahu, ya. Dulu, dulu sekali Srikandi anak yang ceria, senang bergaul, tentu temannya banyak. Namun seiring berjalannya waktu, Srikandi lebih sering menyendiri. Kadang pula Srikandi bertingkah sangat menyebalkan. Itulah sebabnya, ia merasa sendiri walaupun banyak teman yang mengelilinginya. Srikandi juga sering berpikiran negatif tentang dirinya. Ya, Srikandi makin menyebalkan dari waktu ke waktu.

Srikandi, oh Srikandi. Ada apa denganmu? Keceriaanmu makin pudar dari hari ke hari. Kau lebih senang menyendiri, menertawakan nasib diri sendiri, dan melakukan hal-hal yang dianggap gila oleh sebagian orang. Apa kau sedang mencari jati dirimu, wahai Srikandi? Jangan tutup telingamu lagi, Srikandi. 


Jakarta,
-A.F

No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H