Saturday, June 7, 2014

Pada Akhirnya

Semua ini terjadi sejak 2 tahun yang lalu. Entah mengapa perasaan ini terus semakin menjadi. Aku semakin ingin tahu lebih banyak tentang dirinya.

Namun pada akhirnya, semua bayang-bayang indah dalam pikiranku harus musnah. Angan-angan memang indah, kenyataan sangat menyakitkan. Kau pergi entah kemana, entah mengapa. Rasanya tak rela hati ini untuk hidup tanpa wajahmu. Ingin rasanya aku dan sepasang kakiku pergi mencarimu walaupun rasanya tak mungkin. Tak mungkin lagi bagiku untuk kembali bertemu denganmu. Aku tidak pernah tahu kemana kau pergi.

Lama kau pergi, aku mulai berhalusinasi. Bayang dirimu terus menghantuiku. Entah mengapa, entah bagaimana. Pada akhirnya aku menyalahkan diriku sendiri, mengapa aku menyukaimu? Mengapa harus dirimu?

Pada sore itu takdir mempertemukan kau dan aku. Kita saling bertemu pandang, namun tak ada kata yang terucap. Betapa bodoh diriku telah menyia-nyiakan kesempatan ini. Ahh... bodohnya aku. Pada akhirnya, aku menyalahkan diriku.

Namun hari ini, takdir lagi-lagi berpihak padaku. Lagi-lagi aku dipertemukan denganmu. Kau melihatku, dan aku melihatmu. Sama seperti sebelumnya. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut kita. Bedanya, kini kau tersenyum padaku dan aku pun membalas senyummu. Dan pada akhirnya, aku menjadi semakin menyukaimu.

Jakarta,
AF. 

No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H