Tuesday, July 9, 2013

Anjing dan Babi

Belakangan, si Anjing tahu bagaimana rasanya kehilangan mimpi untuk yang kedua kalinya. Si Anjing merasa, Ia adalah pecundang terbesar didalam sekumpulan babi-babi. Masih ingat dengan babi-babi hina ? Ya, mereka tertawa di belakang si Anjing. Tertawa karena si Anjing gagal. Bukan gagal sekali tapi dua kali ! Pasti babi-babi itu merasa surga didepan mata mereka. T*i !!

Anjing dan Babi sama-sama hina. Sama-sama najis, tapi mereka saling menjatuhkan. Bisa jadi mereka saling menjatuhkan tentang siapa yang paling hina, siapa yang paling najis. Mereka sampah, anjing dan babi adalah sampah paling kotor. Si Anjing merasa pantas menerima semua kegagalan yang Ia terima walaupun dengan hati yang seperti tersayat-sayat. 

Si Anjing menangis, babi-babi pun tertawa. . . . .

Kini si Anjing seperti kehilangan arah. Ia tidak tahu kemana Ia harus melangkah. Ia tersesat di sekumpulan anjing-anjing hina seperti dirinya. Bahkan diluar sana sekumpulan babi-babi sudah siap menginjak-injak hati mereka yang sekarang  sedang ringkih. 

Nasib si Anjing bergelantungan. Tidak pasti. Dan sementara nasib si Anjing tak menentu, babi-babi itu tertawa. Tertawa lebar !! Mereka puas usaha mereka berhasil untuk yang kedua kalinya. Impian si Anjing yang tadinya setinggi himalaya, kini hancur bagaikan kaca. Tidak mungkin untuk mengejar mimpi yang lama, dan tak sanggup untuk mengejar mimpi baru. Hatinya sudah terombang-ambing tak menentu.

Babi senang. . . . . .


No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H