Sunday, July 14, 2013

Anjing di Dalam Kabut

Bagai Anjing di dalam kabut..
Tidak dapat melihat jalan mana yang harus dituju. Ke kanan, ke kiri semua sama. Tidak dapat menemukan mana jalan yang benar. Mabuk !!

Sementara Anjing terjebak di dalam kabut, mereka hanya bisa memaksa dan mencaci. Hanya bisa menyuruh mencari jalan keluar tetapi tidak mengarahkan. Bagaimana Anjing bisa keluar dari kabut ? 

Perasaan Anjing tidak menentu. Ia merasa, "Ah, sudahlah. Mungkin hanya Tuhan yang bisa membantuku. Tapi, dimana Tuhan ? Katanya ada dimana-mana." Anjing bergumam, matanya terus awas kalau-kalau ada sesuatu. Tidak ada yang bisa Ia lihat. Hanya kabut, kabut, kabut. 

Ketika sepasang matanya menangkap sebuah cahaya, Ia bahagia. Pergilah Ia menuju cahaya itu. Namun, tiba-tiba hilang ! Kemana cahaya itu ? Ah, palsu ! Anjing diam untuk kesekian kalinya sambil bertanya dalam hatinya, "Dimana Tuhan ? Katanya Tuhan yang menunjukkan jalan. Tapi....". Anjing merasa, mungkin Tuhan sedang tidak ingin membantunya. Karena..... Anjing hina, kotor, dan najis. Siapa yang mau ? Tapi katanya Tuhan selalu membantu. 

Lagi.
Anjing melihat cahaya lagi. Tuhan sudah mendengar caciannya. Dan mungkin sekarang saat Tuhan menunjukkan kuasa-Nya. Ha..ha..ha... Anjing segera memohon ampun pada Tuhan karena telah mengolok-olok Tuhan. Anjing yakin itu jalan yang diberikan Tuhannya. Jalan untuk keluar dari kabut-kabut sialan itu. 

Pergilah Ia ke arah cahaya. Namun, ada perasaan ragu pada diri Anjing. Haruskah ? Ini apa namanya ? Tidak pernah Ia seragu ini. Namun kembali Anjing berpikir, "Ah, sudahlah. Siapa yang peduli". Tapi, tetap perasaannya menunjukkan ada keraguan. Keraguan yang amat besar. 

Ya, keraguan.....


- A.F

No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H