Wednesday, July 17, 2013

Dalam Gelap

Di dalam gelap, Anjing diam. Merasa tidak tahu harus kemana, maka Ia hanya diam. Katanya harus bertanya. Tapi kepada siapa ? Siapa yang bisa Ia percaya dalam gelap ? Mana tahu kalau dia adalah perampok ? Mana tahu kalau dia ternyata babi-babi ? 

Sialan !
Anjing tidak tahu harus apa. Namun, dalam gelap Ia bisa berpikir sedikit jernih. Anjing hanya bisa pasrah pada Tuhan. Tuhan yang tadinya Ia olok-olok, sekarang malah Ia puja-puja. Munafik ! Kenapa hanya dalam kesulitan Ia baru mengingat Tuhan ? Kemana Ia kemarin, kemarin, dan kemarinnya lagi ? Saat tertawa, saat bahagia, Ia lupa akan Tuhan. Ia lupa kalau Tuhanlah yang memberinya kebahagiaan. Dan Tuhan jugalah yang memberi ujian di dalam kegelapan. 

Dalam gelap, Anjing berharap akan ada cahaya. Cahaya dari Tuhan. Tapi mungkin Tuhan ingin Anjing berusaha dulu mencari jalan, barulah Tuhan beri cahaya. Tapi Anjing hanya diam, dan pasrah. Tanpa bergerak sedikitpun karena Ia merasa takut. Takut akan kerikil-kerikil yang akan menyandungnya. Padahal katanya belum dikatakan berhasil kalau belum pernah mencoba jatuh. 

Padahal katanya belum dikatakan berhasil kalau belum pernah mencoba jatuh. 

Ternyata Tuhan ingin memberi pelajaran yang sangat-sangat-sangat berharga untuk Anjing. Dan Anjing belum sepenuhnya menyadari. Di dalam kegelapan, Tuhan memberinya pelajaran. Pelajaran yang akan membuatnya menjadi makhluk yang tangguh. 

Tapi, kapan Anjing mulai paham ? Kapan ? 




-A.F

No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H