Thursday, February 27, 2014
Hujan
Hari ini hujan tidak henti-hentinya menyerbu ibu kota. Aku gelisah, aku resah. Ketika hujan datang, semua jadi tersingkirkan. Rencana yang sudah kubuat sedemikian rupa menjadi hancur gara-gara hujan.
Aku tidak akan sebenci ini pada hujan kalau saja hujan tahu waktu kapan dia harus datang dan kapan seharusnya dia tidak datang. Ya, aku benci hujan karena ia tak kenal tempat dan waktu. Lihat saja sekarang, hujan masih asyik bermain-main dan menari-nari di hadapanku. Aku ingin memukul hujan!
Padahal aku sudah bersiap di tempat aku dan kekasihku akan bertemu. Tapi hujan menghalangi segalanya. Hujan bagai orang ketiga diantara kami. Aku sudah tahu, kekasihku tidak akan datang. Ia benci hujan. Ia benci hujan karena hujan akan menghancurkan tubuhnya yang rapuh. Ya, aku yakin kekasihku tidak akan datang.
Aku melihat seseorang. Seorang pria dengan kursi rodanya. Ia berjalan (dengan kursi rodanya) kearahku. Ia membelah tirai hujan. Ia terus menerobos hujan walaupun sebernarnya ia tahu hujan turun sangat deras dan tajam bagai peluru. Pria itu tersenyum sambil memegang tanganku. "Aku datang." katanya.
Jakarta
-A.F
Aku tidak akan sebenci ini pada hujan kalau saja hujan tahu waktu kapan dia harus datang dan kapan seharusnya dia tidak datang. Ya, aku benci hujan karena ia tak kenal tempat dan waktu. Lihat saja sekarang, hujan masih asyik bermain-main dan menari-nari di hadapanku. Aku ingin memukul hujan!
Padahal aku sudah bersiap di tempat aku dan kekasihku akan bertemu. Tapi hujan menghalangi segalanya. Hujan bagai orang ketiga diantara kami. Aku sudah tahu, kekasihku tidak akan datang. Ia benci hujan. Ia benci hujan karena hujan akan menghancurkan tubuhnya yang rapuh. Ya, aku yakin kekasihku tidak akan datang.
Aku melihat seseorang. Seorang pria dengan kursi rodanya. Ia berjalan (dengan kursi rodanya) kearahku. Ia membelah tirai hujan. Ia terus menerobos hujan walaupun sebernarnya ia tahu hujan turun sangat deras dan tajam bagai peluru. Pria itu tersenyum sambil memegang tanganku. "Aku datang." katanya.
Jakarta
-A.F
Wednesday, February 26, 2014
FDLLHs : RUWET
Segala ke-ruwet-an yang ada di kepala gue semakin tumbuh tinggi bak sebatang pohon
-Annissa Fadillah
Saturday, February 8, 2014
Friday, February 7, 2014
tentang perasaan
ia bahkan tidak tahu harus bagaimana. ia hanya tidak ingin membuat semuanya kecewa. sama sekali tidak. ia sama sekali tidak ingin semuanya hancur dalam sekejap. ia tidak ingin menyalahkan semuanya, tapi ia juga tidak bisa terus-terusan menyalahkan diri sendiri.....
TAI!!
mereka hanya bisa menuntutnya. menuntut ia harus bisa melakukan yang mereka suruh. sebenarnya, ia sudah menyiapkan jutaan kata cacian serta makian untuk dipersembahkan kepada mereka. sayang, ia masih memiliki hati nurani. sayang juga, ia masih memiliki otak yang bekerja dengan baik dan semestinya. ia tidak ingin semuanya hancur dalam satu kedipan mata.
"harusnya aku memberi tahu mereka apa yang terjadi sebenarnya. tapi.... tapi...."
ia hanya bisa terus-terusan menyalahkan dirinya sendiri. ia hanya tidak ingin mencari-cari kesalahan orang lain. orang bijak berkata, "janganlah terus-terusan menyalahkan diri sendiri". BANGSAT! ini tentang perasaan. bagaimana perasaan orang yang kita salahkan nanti?! persetan dengan orang-orang sok bijak diluar sana yang menamakan diri mereka motivator.
"selamat pagi jendral! saya tidak butuh motivator! saya hanya butuh suatu ketenangan agar saya dapat berpikir dengan jernih."
itu yang selalu ia katakan dalam hatinya. hatinya selalu bergejolak bila ia tahu ada sesuatu yang tidak beres. perasaannya terombang-ambing bila tahu semua tidak pada tempatnya. bila sudah seperti ini, lagi-lagi ia menyalahkan dirinya lagi. ahhhh.......
mereka memang tidak mau tahu apa yang dirasakannya. mereka memang tidak memikirkan tentang perasaan. seolah mereka adalah motor yang menggerakkannya. ah, ia sudah tidak tahan dengan semua hal ini. semua hal tentang perasaan tidaklah berjalan mulus. tidaklah harus memakai perasaan.
tai!
TAI!!
mereka hanya bisa menuntutnya. menuntut ia harus bisa melakukan yang mereka suruh. sebenarnya, ia sudah menyiapkan jutaan kata cacian serta makian untuk dipersembahkan kepada mereka. sayang, ia masih memiliki hati nurani. sayang juga, ia masih memiliki otak yang bekerja dengan baik dan semestinya. ia tidak ingin semuanya hancur dalam satu kedipan mata.
"harusnya aku memberi tahu mereka apa yang terjadi sebenarnya. tapi.... tapi...."
ia hanya bisa terus-terusan menyalahkan dirinya sendiri. ia hanya tidak ingin mencari-cari kesalahan orang lain. orang bijak berkata, "janganlah terus-terusan menyalahkan diri sendiri". BANGSAT! ini tentang perasaan. bagaimana perasaan orang yang kita salahkan nanti?! persetan dengan orang-orang sok bijak diluar sana yang menamakan diri mereka motivator.
"selamat pagi jendral! saya tidak butuh motivator! saya hanya butuh suatu ketenangan agar saya dapat berpikir dengan jernih."
itu yang selalu ia katakan dalam hatinya. hatinya selalu bergejolak bila ia tahu ada sesuatu yang tidak beres. perasaannya terombang-ambing bila tahu semua tidak pada tempatnya. bila sudah seperti ini, lagi-lagi ia menyalahkan dirinya lagi. ahhhh.......
mereka memang tidak mau tahu apa yang dirasakannya. mereka memang tidak memikirkan tentang perasaan. seolah mereka adalah motor yang menggerakkannya. ah, ia sudah tidak tahan dengan semua hal ini. semua hal tentang perasaan tidaklah berjalan mulus. tidaklah harus memakai perasaan.
tai!
WELL
Kita adalah Perkumpulan Cucu Oma Atau Nenek Paling Keren Se-Jakarta (PCOANPKSJ) . Annissa, Anty, Devina, dan Dina!
*Annissa males senyum, Annissa bete, Annissa alay -_____-
LELAKI DI MEJA NOMOR 18
Aku melihatmu sedang mengamati seorang lelaki di sudut cafe. Ia menatap jendela yang basah karena rintik hujan. Ia berdua dengan secangkir kopi hitam yang setia menemaninya sejak 8 menit yang lalu.
Lelaki itu belum menyentuh kopinya, sedangkan engkau makin dalam mengamatinya. Kau merasa kalau Ia sedang menikmati kemesraan dengan si hitam di meja nomor 18. Meja dengan sepasang kursi merah yang memiliki sandaran empuk. Ya, Ia terlena dalam sandarannya.
Engkau curiga Ia sedang kelabu. Engkau melihat adanya goresan luka yang amat sangat dalam. Sangking dalamnya, hampir menusuk jantungnya. Tangannya meraih si hitam. Menyeruputnya perlahan seakan ingin menikmati setiap jengkal kepahitan si hitam. Mungkin baginya hanya si hitam yang mampu menafsirkan betapa pahitnya hari ini.
"Ahhhh....."
Engkau melihat lelaki itu menghela napas panjang. Engkau lihat matanya berbinar. Ia mengambil selembar foto wanita muda dari dalam dompetnya. Lelaki itu menatap dalam-dalam foto wanita muda itu. Tidak lama engkau tersadar. Wajah wanita dalam foto itu sama dengan wajah wanita yang engkau tiduri semalam.
Jakarta
- A.F
Lelaki itu belum menyentuh kopinya, sedangkan engkau makin dalam mengamatinya. Kau merasa kalau Ia sedang menikmati kemesraan dengan si hitam di meja nomor 18. Meja dengan sepasang kursi merah yang memiliki sandaran empuk. Ya, Ia terlena dalam sandarannya.
Engkau curiga Ia sedang kelabu. Engkau melihat adanya goresan luka yang amat sangat dalam. Sangking dalamnya, hampir menusuk jantungnya. Tangannya meraih si hitam. Menyeruputnya perlahan seakan ingin menikmati setiap jengkal kepahitan si hitam. Mungkin baginya hanya si hitam yang mampu menafsirkan betapa pahitnya hari ini.
"Ahhhh....."
Engkau melihat lelaki itu menghela napas panjang. Engkau lihat matanya berbinar. Ia mengambil selembar foto wanita muda dari dalam dompetnya. Lelaki itu menatap dalam-dalam foto wanita muda itu. Tidak lama engkau tersadar. Wajah wanita dalam foto itu sama dengan wajah wanita yang engkau tiduri semalam.
Jakarta
- A.F
Tuesday, February 4, 2014
Ada Apa Ini ?!
Suaramu melonglong memecah keheningan malam. Aku terdiam dalam sepi.
Kau mencaci dan memaki. Aku terdiam dalam sepi.
Wajahmu merah semerah neraka. Aku masih terdiam dalam sepi.
Pikirku melayang.
Berkelana mencari sebuah alasan mengapa kau bertingkah bagai serigala.
Sialan!
Aku tak menemukan jawabannya.
Ya, karena memang tidak ada satu alasanpun untuk menjelaskan apa yang terjadi denganmu.
Kau dirasuki setan....
- A.F
Kau mencaci dan memaki. Aku terdiam dalam sepi.
Wajahmu merah semerah neraka. Aku masih terdiam dalam sepi.
Pikirku melayang.
Berkelana mencari sebuah alasan mengapa kau bertingkah bagai serigala.
Sialan!
Aku tak menemukan jawabannya.
Ya, karena memang tidak ada satu alasanpun untuk menjelaskan apa yang terjadi denganmu.
Kau dirasuki setan....
- A.F
Bahagia Itu Sederhana
Bahagia itu sederhana. Kebahagiaan itu adalah sebuah ice cream walls selection wkwkwk.... Tapi duit gue gak cukup. Jadilah ide kreatif ini.
Bahagia itu cuma 6000 perak. Dan gue cukup bahagia dengan walls a-la selection kw 10 itu. Hahahaha....
Haaahhh.....
Bahagia itu sederhana
Annissa, Anty, Devina Uyeee
![]() |
| @ Magnum Cafe Grand Indonesia, Jakarta |
![]() |
| @ Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta |
![]() |
| @ Stasiun Djuanda, Jakarta |
Nah, ini pertama kalinya gue naik kereta bareng mereka. Hahaha... sumpah gue kayak orang bloon banget. Gue gak ngerti cara naik kereta dan gue bener-bener celeng banget pas liat kereta lewat. Panjang banget! Oiya, tujuan kita mau ke Lenteng Agung, ketempat singgahnya Dina, one of my friends. Keretanya adem benerrrrrr.....
Ketika Alam Berbicara
Aku manusia kota yang terbiasa hidup dengan suara bising mesin-mesin. Aku terbiasa hidup dengan suara-suara kotor yang memekakan telinga, mereka sebut polusi. Polusi bagi pendengaran manusia bahkan alam...
Alam tidak lagi memiliki kesempatan untuk berbicara. Hingga pada akhirnya alam jenuh dengan ketidakmerdekaan yang ada pada diri mereka. Akupun paham apa yang alam rasakan, karena aku merasa demikian. Alam kemudia murka. Alam marah hingga meluluhlantahkan mesin-mesin biadab itu. Manusia-manusia perkasa hanya menganga tidak percaya. Aku diam. Aku mendengar alam bicara murka.
Jakarta
-A.F
Alam tidak lagi memiliki kesempatan untuk berbicara. Hingga pada akhirnya alam jenuh dengan ketidakmerdekaan yang ada pada diri mereka. Akupun paham apa yang alam rasakan, karena aku merasa demikian. Alam kemudia murka. Alam marah hingga meluluhlantahkan mesin-mesin biadab itu. Manusia-manusia perkasa hanya menganga tidak percaya. Aku diam. Aku mendengar alam bicara murka.
Jakarta
-A.F
Monday, February 3, 2014
Ini Racun !!
hahaha....
drama banget ya kan judulnya? bodo lah hahaha..
ya, tapi sekarang gue bener-bener diracun! diracun sama tiga band beraliran indie dari negeri kita sendiri. and i'm proud of it :) apa aja sih nis? sampe lebay begitu?
1. White Shoes And The Couples Company (WSATCC)
siapa yang setuju kalo mereka keren banget? kalo masih ada yang gak setuju gue kasih beberapa lagu yang bisa lo dengerin dan lo buktikan sendiri wkwkwk apa banget sih nis -_-
https://soundcloud.com/wsatcc/tentang-cita-white-shoes-the
https://soundcloud.com/fanji_fakhru/wsatcc-kisah-dari-selatan
2. Float
nah, ini lagi!
https://soundcloud.com/edelweistyasayu/float-sementara
https://soundcloud.com/kacrut/float-pulang
3. Payung Teduh
kalo yang ini gue baru dengerin beberapa hari yang lalu dan gue amat sangat menikmati lagu-lagu mereka. uuuccchhh.... bahasa gue baku sekaliiiii....
https://soundcloud.com/keluarga-taring/payung-teduh-berdua-saja
https://soundcloud.com/omuniuum/payung-teduh-angin-pujaan
NAH! hahahaha.... lo udah dengerin? merdu? banget? makasih! tapi ini semua soal selera ya. kalo gue sih jujur suka. kalo lo?
selamat pagi!!
drama banget ya kan judulnya? bodo lah hahaha..
ya, tapi sekarang gue bener-bener diracun! diracun sama tiga band beraliran indie dari negeri kita sendiri. and i'm proud of it :) apa aja sih nis? sampe lebay begitu?
1. White Shoes And The Couples Company (WSATCC)
siapa yang setuju kalo mereka keren banget? kalo masih ada yang gak setuju gue kasih beberapa lagu yang bisa lo dengerin dan lo buktikan sendiri wkwkwk apa banget sih nis -_-
https://soundcloud.com/wsatcc/tentang-cita-white-shoes-the
https://soundcloud.com/fanji_fakhru/wsatcc-kisah-dari-selatan
2. Float
nah, ini lagi!
https://soundcloud.com/edelweistyasayu/float-sementara
https://soundcloud.com/kacrut/float-pulang
3. Payung Teduh
kalo yang ini gue baru dengerin beberapa hari yang lalu dan gue amat sangat menikmati lagu-lagu mereka. uuuccchhh.... bahasa gue baku sekaliiiii....
https://soundcloud.com/keluarga-taring/payung-teduh-berdua-saja
https://soundcloud.com/omuniuum/payung-teduh-angin-pujaan
NAH! hahahaha.... lo udah dengerin? merdu? banget? makasih! tapi ini semua soal selera ya. kalo gue sih jujur suka. kalo lo?
selamat pagi!!
Subscribe to:
Comments (Atom)
* Popular Posts *
-
Segala ke-ruwet-an yang ada di kepala gue semakin tumbuh tinggi bak sebatang pohon -Annissa Fadillah
-
Gak tau deh yaaa.... Belakangan gue suka nonton acara macem ini. Ini tapi keren, gue suka. Namanya Beauty and the Geek !! Jadi ini konsep...
-
Selamat malam ! Kenapa gue bahas wanita yang satu ini ? Karena menurut gue dia ini beauty forever !! Cantik, bukan cakep. Mukanya en...
-
hai, hari ini minggu, 10 januari 2016 dan anisa lelah. kenapa? panjang ceritanya, juga perjalanannya. semua berawal dari tiara nauli yang ...
-
Gue Annissa Fadillah yang udah berusia 18 tahun dan juga udah jadi mahasiswi DKV! Gila, bener-bener kesampean ternyata. Hahaha :D Oke, ini ...
-
hai, gue Annissa Fadillah. hari ini gue pergi kekampus loooh~ terus kenapa? jadi gini ceritanya. semua berjalan seperti biasanya sampai ke...
-
Enggak, orang diatas gak gila. Dia cuma contoh aja. Siapakah dia? Namanya Wahyu Suherman, panggilannya John. Gue kenal dia dari jejari...
-
selamat malam para omnivora. eaaaa jadi kayak dodit gini -__- gue mau berbagi tentang tugas yang satu ini sekaligus suka dukanya. jad...
-
TAMPAK DEPAN TAMPAK ATAS TAMPAK DEKAT TAMPAK BODOH baiklah guys. gambar2 diatas itu adalah tugas nirmana 3d gue. gambar y...
-
Jadi ceritanya perempuan ini ingin melupakan semuanya. Ia ingin pergi dari bayang-bayang masa lalunya. Ia ingin pergi dari laki-laki yang pe...
Annissa Fadillah
With peace and love
A N N I S S A F A D I L L A H


.jpg)









