Tuesday, February 4, 2014

Ketika Alam Berbicara

Aku manusia kota yang terbiasa hidup dengan suara bising mesin-mesin. Aku terbiasa hidup dengan suara-suara kotor yang memekakan telinga, mereka sebut polusi. Polusi bagi pendengaran manusia bahkan alam...

Alam tidak lagi memiliki kesempatan untuk berbicara. Hingga pada akhirnya alam jenuh dengan ketidakmerdekaan yang ada pada diri mereka. Akupun paham apa yang alam rasakan, karena aku merasa demikian. Alam kemudia murka. Alam marah hingga meluluhlantahkan mesin-mesin biadab itu. Manusia-manusia perkasa hanya menganga tidak percaya. Aku diam. Aku mendengar alam bicara murka.

Jakarta

-A.F

No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H