Friday, February 7, 2014

LELAKI DI MEJA NOMOR 18

Aku melihatmu sedang mengamati seorang lelaki di sudut cafe. Ia menatap jendela yang basah karena rintik hujan. Ia berdua dengan secangkir kopi hitam yang setia menemaninya sejak 8 menit yang lalu.

Lelaki itu belum menyentuh kopinya, sedangkan engkau makin dalam mengamatinya. Kau merasa kalau Ia sedang menikmati kemesraan dengan si hitam di meja nomor 18. Meja dengan sepasang kursi merah yang memiliki sandaran empuk. Ya, Ia terlena dalam sandarannya.

Engkau curiga Ia sedang kelabu. Engkau melihat adanya goresan luka yang amat sangat dalam. Sangking dalamnya, hampir menusuk jantungnya. Tangannya meraih si hitam. Menyeruputnya perlahan seakan ingin menikmati setiap jengkal kepahitan si hitam. Mungkin baginya hanya si hitam yang mampu menafsirkan betapa pahitnya hari ini.

"Ahhhh....."
Engkau melihat lelaki itu menghela napas panjang. Engkau lihat matanya berbinar. Ia mengambil selembar foto wanita muda dari dalam dompetnya. Lelaki itu menatap dalam-dalam foto wanita muda itu. Tidak lama engkau tersadar. Wajah wanita dalam foto itu sama dengan wajah wanita yang engkau tiduri semalam.


Jakarta
- A.F


No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H