Friday, February 7, 2014

tentang perasaan

ia bahkan tidak tahu harus bagaimana. ia hanya tidak ingin membuat semuanya kecewa. sama sekali tidak. ia sama sekali tidak ingin semuanya hancur dalam sekejap. ia tidak ingin menyalahkan semuanya, tapi ia juga tidak bisa terus-terusan menyalahkan diri sendiri.....

TAI!!

mereka hanya bisa menuntutnya. menuntut ia harus bisa melakukan yang mereka suruh. sebenarnya, ia sudah menyiapkan jutaan kata cacian serta makian untuk dipersembahkan kepada mereka. sayang, ia masih memiliki hati nurani. sayang juga, ia masih memiliki otak yang bekerja dengan baik dan semestinya. ia tidak ingin semuanya hancur dalam satu kedipan mata.

"harusnya aku memberi tahu mereka apa yang terjadi sebenarnya. tapi.... tapi...."

ia hanya bisa terus-terusan menyalahkan dirinya sendiri. ia hanya tidak ingin mencari-cari kesalahan orang lain. orang bijak berkata, "janganlah terus-terusan menyalahkan diri sendiri". BANGSAT! ini tentang perasaan. bagaimana perasaan orang yang kita salahkan nanti?! persetan dengan orang-orang sok bijak diluar sana yang menamakan diri mereka motivator.

"selamat pagi jendral! saya tidak butuh motivator! saya hanya butuh suatu ketenangan agar saya dapat berpikir dengan jernih."

itu yang selalu ia katakan dalam hatinya. hatinya selalu bergejolak bila ia tahu ada sesuatu yang tidak beres. perasaannya terombang-ambing bila tahu semua tidak pada tempatnya. bila sudah seperti ini, lagi-lagi ia menyalahkan dirinya lagi. ahhhh.......

mereka memang tidak mau tahu apa yang dirasakannya. mereka memang tidak memikirkan tentang perasaan. seolah mereka adalah motor yang menggerakkannya. ah, ia sudah tidak tahan dengan semua hal ini. semua hal tentang perasaan tidaklah berjalan mulus. tidaklah harus memakai perasaan.

tai!

No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H