Esoknya si Anjing terus memerhatikan si Domba. Menarik katanya. Namun si Domba tidak pernah tau apa yang dirasakan si Anjing. Si anjing pun merasa tidak apa-apa jikalau si Domba tidak membalas ketertarikkan si Anjing. Karena si Anjing tahu, bahwa Ia dan si Domba berbeda. Jadi tidak dapat disatukan. Anjing dengan anjing, domba dengan domba.
Karena si Anjing tahu, bahwa Ia dan si Domba berbeda. Jadi tidak dapat disatukan. Anjing dengan anjing, domba dengan domba.
Lama si Anjing memiliki ketertarikan terhadap si Domba, hingga tiba suatu saat si Domba harus dipindah ke kandang yang lain. Jauh dari si Anjing. Jauh.... Si Domba pergi ke tempat yang tidak diketahui si Anjing.
Anjing mencari si Domba, dan menemukan kandang baru tempat si Domba bernaung.
Belum selesai........
Si anjing tidak bisa terus diam di tempat baru si Domba. Si anjing punya tempat sendiri. Masih di tempat pertama kali Ia dan si Domba bertemu. Si anjing harus berusaha agar Ia dapat bertemu dengan si Domba.
Walaupun sulit..........
Berbulan-bulan si Anjing terus mencari waktu yang tepat agar bisa bertemu si Domba walaupun si Domba (masih) tidak menyadari ketulusan hati sang Anjing yang menyukainya.
Dan di bulan itu, di hari itu, di suatu tempat yang baginya tidak asing, disanalah si Anjing dan si Domba bertemu. Si anjing bahagia, dan si Domba (masih) tidak dapat merasakan apa yang si Anjing rasakan karena si Anjing tidak pernah mengutarakan isi hatinya.
Si anjing merasa mereka berbeda, jauh berbeda. Anjing dengan anjing, domba dengan domba.

No comments:
Post a Comment