Aku melihat dengan seksama. Antara takjub dan takut. Aku lihat dia kembali, dan dia juga balas menatapku. Tatapannya mengerikan, tajam bagai pedang. Rambutnya panjang tergerai indah. Namun rambut indahnya tidak sesuai dengan wajah dinginnya. Aku memalingkan wajahku darinya.
Aneh rasanya, ratusan ribu manusia tidak menyadari keberadaannya. Apa karena rasa ego mereka sampai-sampai tidak ada yang tahu ada wanita yang memiliki tatapan tajam menatap mereka satu persatu ? Atau karena leher mereka sudah kaku karena menatap smartphone atau gadget yang sedari tadi mereka bawa ? Entah, yang jelas hanya aku yang melihat, sedangkan mereka tidak ada yang tahu.
Kata nenek, kalau ingin tahu siapa yang kita lihat, coba lihat kakinya. Menapakki bumi atau tidak. Kalau iya, dia berarti sama seperti kita, tapi kalau tidak, tidak usah kau perdulikan mereka. Klasik memang, tapi aku tetap mencoba melihat tungkainya. Sulit.....
Pikiranku mulai bermacam-macam, aku sempat berpikir kalau dia itu adalah semacam ogre, atau setan wanita, dan kalaupun manusia mungkin dia transender.. ah, tidak, banci tepatnya.
Aku buang jauh-jauh pikiran burukku itu. Aku tidak mau pikiranku ternoda hanya karena aku memikirkan makhluk apa dia.
Dia kembali menatapku tajam, kemudian menghilang bagai asap. Mungkin kata nenekku benar, tidak usah pedulikan dia. Biarkan dia mengembara untuk mencari manusia sepertiku. Manusia yang kesepian di tengah kerumunan ratusan ribu manusia di tempat ini.
Munkin dugaanku yang pertama benar, dia memang bukan wanita, apalagi manusia...
- A.F
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
* Popular Posts *
-
Oke, please percaya ini gue buat sendiri walaupun udah lama. Gue bikin pake Corel Draw yang berapaa gitu. Gue lupa, soalnya sekar...
-
Nama gue Annissa Fadillah. Gue lahir di Jakarta pada tanggal 1 Oktober 1995. Dan lo harus tau siapa nama bokap nyokap gue. Bapak Agung Pramu...
-
hahaha.... drama banget ya kan judulnya? bodo lah hahaha.. ya, tapi sekarang gue bener-bener diracun! diracun sama tiga band beraliran in...
-
hai, hari ini minggu, 10 januari 2016 dan anisa lelah. kenapa? panjang ceritanya, juga perjalanannya. semua berawal dari tiara nauli yang ...
-
Segala ke-ruwet-an yang ada di kepala gue semakin tumbuh tinggi bak sebatang pohon -Annissa Fadillah
-
Ini bulan puasa, dan gue tau ini lagi gencar-gencarnya BUKBER !! Iya, buka bersama. Dan disaat itulah duit gue benar-benar sisa-sisa. Ha..ha...
-
STAY I've been sitting here staring at the clock on the wall And I've been laying here praying, praying she won't call It...
-
"people come and go. everyone thats been in your life has been there for a reason, to teach you, to love you, or to experience life wi...
-
Ceritanya hari ini gue nemenin temen gue ke kampusnya. Daftar ulang ceritanya. Perjalanan yang panjang pokoknya. Suatu cobaan di bulan puasa...
Annissa Fadillah
With peace and love
A N N I S S A F A D I L L A H


No comments:
Post a Comment