Friday, June 28, 2013

Mengingat dengan Bulan

Ketika si Gadis mengetahui malam akan datang, Ia akan bersiap-siap untuk keluar bila langit menunjukkan kecerahannya. Ketika langit malam cerah, itu berarti ada bintang-bintang dan satu bulan. Bulan sabit, purnama, setengah, entah apa namanya, menurutnya semua itu sama. Bulan tetaplah bulan. Bulan penerang malam dan penerang hatinya.

Di kala siang, hati si Gadis terasa kelam, sementara ketika malam, hatinya terasa seterang bulan. Katanya, bulan mengingatkan dirinya pada seorang sosok. Sosok yang katanya indah dipandang, indah untuk diingat. Walaupun sang sosok tersebut tidak pernah sama sekali menyinggung tentang bulan, tapi Ia merasa bulan adalah gambaran yang tepat untuk si sosok itu.

Bulan tetaplah bulan, tidak berbicara serta tidak menyakiti. Seperti si Sosok tersebut. Dia tidak pernah berbicara padanya apalagi menyakiti. Bagaimana dia bisa menyakiti kalau dia tidak pernah mengeluarkan sepatah-dua patah kata sekalipun. Bagaimana ?

Bulan tetaplah bulan, hanya muncul dimalam hari. Begitu juga si Sosok yang hanya si Gadis lihat di malam hari namun tetap menarik hati si Gadis. Begitu bercahaya, dan begitu pula bulan.

Bulan tetaplah bulan, dikagumi oleh si Gadis. Dan begitu pulalah si Sosok yang telah dikagumi si Gadis ber-belas-belas bulan lalu, dan ber-puluh-puluh bulan kemudian.




- A.F -

No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H