Wednesday, June 26, 2013

Babi-babi

Gue diam. Sunyi, senyap ditelan kelamnya malam. Sepasang mata masih menatap layar hingga pada akhirnya gue memutuskan untuk posting sesuatu hal yang sedari kemarin terus ganggu gadis ini.

Mimpi. Terus bermimpi. Seminggu berlalu dan gue masih memimpikannya. Bermimpi bertemu dan bertemu lagi, bermimpi untuk terus melakukannya lagi, dan bermimpi apabila mimpi itu tercapai. Hingga pada akhirnya babi-babi itu datang mengusik ketenangan mimpi-mimpi itu. 

Babi-babi itu tertawa, mereka akan senang apabila mimpi-mimpi gue tidak juga trealisasikan. Mereka hanya bisa menertawakan, mencaci maki, menhinakan. Dan mereka tidak pernah membantu. Ya, babi-babi itu terus mengganggu bagaikan benalu. 

Sebenci-bencinya gue sama babi-babi itu, gue tetap dekat dengan mereka. Hidup mereka, hidup gue juga -walaupun tidak selalu-. Babi-babi itu selalu punya cara untuk terus menindih gue. Dengan cara apapun, babi-babi itu akan terus menghimpit jalan gue. 

Dan jika babi-babi itu telah pergi menjauh, gue sebisa mungkin akan terus mencoba merasakan ketenangan yang telah lama gue mau. Merasakan bagaimana rasanya tersenyum. Namun tak dapat dihindari bahwa suatu saat nanti, gue juga akan mencari babi-babi itu kembali dan mungkin gue yang akan menjadi babi-babi itu di hari-hari berikutnya.

No comments:

Post a Comment

* Popular Posts *

Annissa Fadillah

My photo
Musics Movies Expensive Imaginations

With peace and love

A N N I S S A F A D I L L A H